
Info Tim Cegah Satwa Punah

Andreansyah News _ Kini Jumlah owa dan siamang di Pulau Sumatra tinggal 30.000 ekor. Diperkirakan oleh TimCegah Satwa Punah, Jumlah itu akan terus berkurang dan kedua jenis satwa langka ini pun terancam punah.

Jumlah owa dan siamang semakin berkurang karena adanya perburuan satwa liar, perambatan hutan, dan pembukaan kebun kelapa sawit. Menurut anggota Cegah Satwa Punah, Jika jumlah owa dan siamang berkurang, dipastikan hutan juga akan terganggu. Sebab kedua jenis satwa ini berperan penting membantu regenerasi hutan.
Upaya pemerintah untuk menyelamatkan kedua satwa tersebut dari kepunahan, belum maksimal. Terbukti, beberapa tahun terakhir, masih banyak owa dan siamang yang dipelihara oleh warga. Tujuan pemeliharaan biasanya hanya untuk kesenangan.
Tim Cegah Satwa Punahmenyebutkan, Owa (dalam bahasa inggris disebut Gibbon) dan Siamang termasuk bangsa primata.
Di Sumatra, yang terancam punah adalahOwa bertangan putih (Hylobates lar), Owa Klossi (H.Klossi), dan siamang (Symphalangus Syndactylus)
Sumber : http://www.google.co.id/search?rlz=1C1_____enID453ID459&sourceid=chrome&ie=UTF-8&q=cegah+satwa+punah+owa+dan+siamang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar