Andreansyah

Well Come in My.Blogger.......!!!!!!!

Well Come in My.Blogger.......!!!!!!!

Selasa, 27 Maret 2012

Malam jumat kliwon

Andreansyah Cerpen _ Masih segar dari ingatanku, kejadian yang amat memilukan sekaligus amat menyenangkan ketika aku diperkosa oleh oknum polisi beberapa tahun yang lalu.



Namaku Aisyah, aku adalah seorang ibu rumah tangga, usiaku baru 23 tahun. Aku kawin pada usia 20 dengan seorang pemuda berumur 4 tahun diatas usiaku.

Setelah 2 tahun menikah, aku mendapatkan momongan seorang anak laki-laki yang kini berusia 1 tahun, betapa senangnya hari-hariku mempunyai anak yang lucu dan sehat.

Suamiku bekerja sebagai sopir taxi, yang pendapatannya tidak begitu besar, malah kadang-kadang sumiku sering nombok untuk setoran, karena penumpang taxi sejak krismon makin berkurang saja. Apalagi saat ini perusahaan armada taxi di Jakarta makin menjamur.

Skil suamiku hanya sebatas membawa mobil, jadi mau tidak mau mencari nafkah dengan menjadi sopir.

Hari itu Kamis, tanggal 23 Mei 1998. Jam dinding Seiko di kamarku sudah menunjukkan pukul 11 malam. Saat itu aku sedang menyusui si Udin yang rewel menangis terus menurus sejak maghrib tadi.

Seharusnya, Anto suamiku sudah ada di rumah karena selama ini ia berangkat ke pool taxi pukul 9 pagi dan tiba di rumah tidak lebih dari jam 10 malam.

Aku makin gelisah, anakku bertambah rewel seolah-olah ada firasat buruk yang akan menimpa keluargaku.

Aku terkejut tiba-tiba saja pintu rumah kontrakanku di ketok oleh seseorang yang memanggil-manggil namaku. "Aisyah.. Aisyah.. buka pintunya." Aku tidak mengenali suara itu, buru-buru kuhampiri daun pintu itu dan kubuka.

"Oh Pak RT.." ujarku, "Ada apa Pak," lanjutku. Belum sempat Pak RT menyahut, sekonyong-konyong dua orang berseragam polisi menimpali pembicaraan.
"Ibu istrinya Anto," ujar salah seorang polisi yang perawakannya agak gempal dan di dadanya terpampang label namanya: Firman, dengan pangkat Pratu.
"Betul Pak," ujarku singkat.
"Suami Ibu sekarang ada di Polsek, karena terlibat suatu tindak kriminal, sekarang Ibu kami jemput untuk menjenguk suami Ibu, sekalian nanti kami akan meminta keterangan dari Ibu." ujar Pratu Firman.

Akhirnya setelah aku menitipkan anakku kepada tetangga sebelah, aku berangkat ke Polsek bersama kedua polisi tadi. Karena terburu-buru aku tidak sempat berganti pakaian yang pantas. Aku baru sadar bahwa aku hanya memakai daster tipis, tanpa memakai BH.

Rupanya sang polisi mengendarai mobil patroli kijang losbak yang di belakangnya ada dua buah bangku panjang yang saling membelakangi. Aku disuruh duduk di tengah, diapit kedua polisi, di samping kiri adalah Firman sedangkan sebalah kananku adalah Pratu Hasan yang mengemudikan mobil.

Mobil sudah melaju kira-kira 3 km dari rumahku yang terletak di Kampung Bahari Tg. Priok. Sekarang mobil sudah berada di Jl.RE Martadinata, Ancol. Suasana jalan terasa sepi, jarang sekali kendaraan yang kami jumpai, maklum sudah jam 12 malam, apalagi susana tragedi Mei 1998 masih membekas di kalangan warga Jakarta.

Tiba-tiba saja mobil kami mendadak mogok, tepatnya di ujung jalan Pademangan dekat rel kereta. Di situ susananya agak gelap, karena jauh dari lampu jalan.
"Bah apa pula ini," ujar sang sopir, yang bernama bernama Pratu Hasan dengan logat bataknya.
"Coba lihat bensinnya Man," lanjutnya menyuruh Pratu Firman mengecek tangki.
Dengan mempergunakan lampu senter dilihatnya tangki, "Wah kita kehabisan bensin."
"Gila, kita bisa nginap di sini, mana ada jam segini tukang bensin buka, mana Pom bensin pun di sekitar sini nggak ada." Ujar Pratu Firman mengomel tak jelas.

Angin malam meniup deras, ini membuat rambutku yang mengibas-ngibas hingga menyentuh wajah Pratu Hasan.
"Bah, wangi pula rambutmu, habis shampoan ya?".
Aku tidak menjawab. Kulihat Pratu Hasan turun dari mobil menghampiri rekannya yang tengah duduk di depan gubuk. Mereka sepertinya sedang berbisik-bisik. Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Tidak lama kemudian Pratu Firman memanggil namaku, "Mbak Aisyah, turunlah ke sini sebentar, kita santai aja di gubuk ini."
"Biar aku di sini saja," sahutku.

Kulihat Pratu Firman menghampiriku, lalu membuka pintu dan duduk di sebelahku.
"Kenapa, kamu lebih suka di dalam mobil?"
Aku hanya mengangguk menahan kantuk, karena arloji di tanganku sudah menunjukkan pukul 1:30 WIB. Aku membaca gelagat Pratu Firman, sepertinya dia akan berbuat tidak baik terhadapku.

Dugaanku tidak meleset, sekarang tangan Pratu Firman sudah berada di atas pahaku, dia mengelus-elus dan meraba-raba dan mulai menyibakkan dasterku. Aku berusaha menampiknya. Dia tertawa kecil, lantas berucap, "Kamu cantik dan manis."

Sejurus dengan itu Pratu Hasan sudah berada di samping kananku. Tanpa basa-basi tangannya sudah melingkari pinggangku, sedangkan tangan satunya lagi menyentuh dadaku. Aku yang kelupaan tidak memakai BH langsung berdesir, darahku naik ke ubun-ubun.

"Jangan macam-macam Pak."
"Kami tidak macam-macam Mbak, kami hanya butuh satu macam, layani kami." kata Pratu hasan.
Hanya dengan hitungan detik bibirnya sudah menyosor ke bibirku. Aku makin tersentak. Belum hilang keterkejutanku, Pratu Firman menyodokkan jarinya ke arah vaginaku. Aku menggelinjang.

"Apa yang kalian inginkan," ujarku setengah teriak.
"Layani kami," kata Pratu Firman.
"Kalau kamu mau, nanti suamimu akan kami bebaskan," sambung Pratu Hasan.
"Benarkah?" ujarku.
"Itu pasti, yang penting puaskan kami dengan layani kami dengan baik.." janji Pratu Hasan.
"Bagaimana, setuju?" kata Pratu Firman sambil mencubit pahaku.
Aku bingung, aku linglung, tidak mengiyakan juga tidak menolak tawaran kedua polisi itu. Yang kutahu dari cerita teman-teman kalau berurusan dengan polisi pasti harus dengan uang, tentu tidak sedikit. Sedangkan aku tidak mempunyai tabungan ataupun emas.

Disaat aku bingung, tali dasterku sudah terlepas dan aku pun baru tersadar bahwa CD-ku sudah dilepaskannya, dadaku sudah terbuka, sebab dasterku sudah ditarik turun dari tubuhku. Pratu Hasan mengenyot-ngenyot putingku, persis si Udin anakku sedang menetek. Bedanya hisapan Pratu Hasan menimbulkan gairah yang amat menegangkan bagi payudaraku. Sedangkan Pratu Firman minjilat-jilat pahaku yang mulus dan membentangkannya, dalam detik itu pula vaginaku sudah dijilati oleh polisi bejat itu.

Sebagai wanita muda yang gairah seksnya normal, hal ini tentu menimbulkan fantasi-fantasi, tanpa sadar aku turut menikmati permainan yang tengah dikembangkan oleh kedua polisi yang memang masih muda.

"Ooohh.. aahh.. jangan.. oohh.." hanya itu yang keluar dari mulutku, tanpa bisa mencegah aktivitas kedua polisi berpangkat Pratu tsb.

Tanganku ditarik dan ditempelkan ke buah zakar Pratu Hasan, yang ternyata sudah melepaskan celana dalamnya. Kuremas panis besarnya yang sudah menegang, kuelus dan kuusap buah pelirnya. Kulihat matanya mencerminkan kenikmatan. "Ooohh.. terus.. aduh enak sekali.." ujar Pratu Hasan.Aku pun terbawa arus nikmat yang tiada tara saat klitorisku disentuh lidah Pratu Firman. Lidahnya yang panjang diatas rata-rata menari-nari di atas kemaluanku.

Kedua gunung sindurku sudah mengeras bak batu pualam, aku sudah tidak tahan lagi. Cairan hangat di lubang kemaluanku mengalir deras, Pratu Firman menikmati cairan putih bening milikku dengan senang.

"Ayo kita pindah ke gubuk.." ujar Pratu Firman.
Kini kami sudah berada di gubuk, dengan alas dasterku, aku ditelentangkan di atas meja panjang. Tanpa daya kubiarkan mereka berdua menikmati tubuhku yang mulus, tubuh yang seharusnya hanya untuk suamiku, Bang Anto.

"Maafkan aku Bang Anto, ini semata-mata untuk membebaskan dirimu dari penjara.." ujarku dalam hati.
Tiada yang terlewat, setiap centi tubuhku dilahap habis oleh kedua Pratu bajingan. Anehnya aku turut menikmatinya, karena memang sangat mengasyikkan. Mereka pandai sekali mencari celah-celah yang membuatku lupa segala-galanya. Mereka berdua rupanya mencari kesepakatan untuk menentukan siapa yang pertama mencobloskan rudalnya ke vaginaku. Sedangkan aku seolah sudah berada diawang-awang dan tidak sabar lagi untuk menikmati rudal-rudal mereka.

"Ayo cepat masukkan, aku sudah tidak tahan.. ayo Mas, siapa yang duluan.. cepat.. jangan biarkan libidoku turun," pintaku tak sabar.
"Oke, kamu duluan Fir." ujar Pratu Hasan.
"Oke thank's.." timpal Pratu Firman.

Dengan cekatan Pratu Firman sudah berada di atas tubuhku, lidahnya menyusuri belahan dadaku seolah ingin meningkatkan libidoku yang sempat drop karena menunggu terlalu lama. Pratu Firman memang tahu apa yang kumau.

"Ayo sekarang tancapkan," ujarku.
Sejurus dengan itu kutuntun zakar yang sudah mengeras itu ke liang vaginaku. "Bleess.." zakar Pratu Firman menembus vaginaku. "Aaauu.." betapa nikmatnya. "Terus genjot.. genjot.. genjot.." pintaku lirih. Mungkin sampai 9 genjotan aku sudah tak mampu lagi menahan klimaks. Dan ternyata benar dalam hitungan ke 6 aku memberi aba-aba.
"Firman, aku ingin keluar.."
"Tunggu kita barengan yach.." ujar Firman sambil menghentikan genjotannya sejenak.
"Oke dech Sayang.."
Dan.. "Croott.. croott.. croott.." Cairan hangat dari zakar Pratu Firman menyapu vaginaku, seperti air bah yang tak dapat dibendung.
"Ooohh, Firman enak sekali.."
"Aaahh.. barangmu legit.."
Dalam detik itu pula kumuntahkan cairanku, tentunya berbaur dengan sperma Firman.

Kami berdua terkulai dan saling memeluk erat. Pratu Hasan resah, menunggu giliran.
"Firman, gantian. Turun kamu, sekarang giliranku.."
Dengan mempergunakan kaos, Pratu Hasan membersihkan sperma yang berceceran di selangkanganku. Aku masih lemas, libidoku sudah hilang, tapi Pratu Hasan pandai memancing gairahku untuk timbul. Dikulumnya vaginaku berlama-lama, baru setelah 5 menit libidoku bangkit. Pratu Hasan menindih tubuhku dia menciumi belahan dadaku, mengulum putingku, mencium ketiakku, mencium telingaku dan menggesek-gesekan rudalnya ke vaginaku.

Vaginaku ingin dihujam kembali, aku menginginkan itu.
"Ayo sekarang Bang," ujarku memberi aba-aba.
"Oke deh.."
Kuraih batang kemaluannya dan kubimbing kearah lubang kemaluanku. Dan.. "Slepp.."
"Ayo goyang, Sayang" ujar sang Pratu.
Kugoyang dan kuputar.
"Ooohh.. aahh.." koor suara kami berdua dengan kompak.
Pratu Haan merem melek keenakan, aku juga keenakan.
"Aku mau keluar.." kata Pratu Hasan.
"Ya sudah ayo, aku juga ingin.."
Dan.. "Crot.. croott.. croott.."
Kami berdua kehilangan keseimbangan. Kamu larut dalam kenikmatan. Kenikmatan malam jumat kliwon. Tak terasa fajar diufuk sudah mengintip. Itulah kisahku di malam Jumat Kliwon.

TAMAT


Sumber : http://infosexdanunik.blogspot.com/2011/01/malam-jumat-kliwon.html
Diposting oleh Andreansyah di 08.24 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Cerpen

Senin, 26 Maret 2012

Cewek oke

Andreansyah Cerpen _ Ini adalah pengalaman waktu saya baru kerja di daerah kuningan. Saya masih ingat waktu itu awal April 1999, Jam sudah menunjukan jam 12.30 siang. Saya pergi ke tempat makan siang yang rada sepi. Pas sehabis lihat-lihat menu siang, saya lihat ada perempuan yang oke punya. Tingginya sekitar 170 cm, pakai sepatu yang haknya 7 cm. Rambutnya yang lebat di cat merah, panjangnya sepinggang. Bodinya yang molek juga motul (montok betul) dan kulitnya yang putih bersih, terbalut dengan setelan warna cyan, serta bajunya yang modis pakai belahan dada V yang menyiratkan buah dadanya yang penuh dan pakai rok mini. Yang menambah bikin nafsu kita saja kalau melihat pahanya yang mulus dan betisnya yang panjang.


Yang terbayang sama saya waktu itu bodinya yang menggiurkan dan payudaranya yang besar. Bayangkan ini perempuan ukurannya 36D 24 32, saya tegur itu perempuan, saya tanya ke dia, "Makan sendiri saja?" Dia tersenyum manis sekali, "Iya", katanya, saya lihat matanya yang kelihatan ngesex sekali mengerling genit sambil senyum-senyum simpul penuh arti. Saya balas senyumnya. Sambil mengenalkan diri ke dia. Oh iya, namanya Katryn (nama samaran).

Lantas kita duduk makan siang sama-sama. Dia duduk di seberang saya, kita duduk berhadap-hadapan, dari hadapannya saya bisa mengintip ke isi belahan buah dadanya. Dia tambah salting saja sambil tersenyum risih menyadari pandangan saya yang nggak lepas-lepasnya dari dia punya barang. Pembicaraan kita masih biasa-biasa saja.

Tiba-tiba saya merasa di betis kaki saya sudah ada yang mengusap-usap lembut sekali, dan terus ke atas sampai ke ruitsluiting celokan saya, pas saya lihat, gila.. nih kaki telanjangnya sebelah kanan yang putih mulus sudah menyebrang sampai di atas "penis" saya. Kemudian pembicaraan kita beralih ke hal-hal yang menjurus-jurus dan berbau seks dan menyimpang.
Ngobrol punya ngobrol, sudah jam 02.30 siang, saya pikir wah kalau balik ke kantor nggak mungkin, mending sekalian saja baliknya besok.
"Habis ini mau kemana?" tanya saya.
"Nggak tau nih.. habis lunch saya bebas sih sampai selesai cuti."
"Loh napa cuti?" tanya saya.
"Iya bosen sih kerja rutin terus nggak ada variasi", katanya.
"Cuti berapa hari?" tanyaku.
"Yah 2 hari saja, besok sama lusa", jawabnya.
"Kebetulan nih", pikir saya.
"Kita check in saja yuk!" katanya."
"Apa sih?" kata saya belaga bego.
"Sudah ikut saja", sahutnya cepat-cepat.

Dalam perjalanan dan di sela-sela lampu merah kita berdua beraksi, dia menuntun tangan saya untuk membelai-belai CD dan bra-nya sedang dia selalu melumat-lumat bibir dan mengulum-ngulum lidah saya.

Akhirnya kita check-in di hotel "S" di bilangan segitiga emas Jakarta memakai KTP Nasional saya, setelah beres urusan check in, kita masuk ke kamar. Katryn bilang bahwa dia mau mandi dulu, terus saya tahan dia, saya bilang, "Nggak usah ah!, lama nanti..!" kata saya. Sambil memeluk Katryn serapat-rapatnya saya peluk dia erat-erat dan saya kecup serta mendaratkan ciuman-ciuman ke bibirnya yang merah basah. Katryn juga nggak kuasa buat menahan ciuman saya lama-lama, Katryn balas ciuman saya. Katryn pagut lidah saya dalam-dalam sementara tangannya melingkar di leher saya. Lantas saya pegang payudaranya yang hangat, dia tersenyum hangat dan menekan tubuhnya ke tubuh saya hingga buah dadanya yang tergencet menyembul keluar, "Suka khan?" katanya sambil memainkan dan melepaskan kancing-kancing bajunya, dengan tangan gemetaran saya bantu dia untuk melepas kancingnya satu per satu. Kaus dalam putihnya saya lepaskan sampai tinggal bra-nya yang tipe cup, saya rengkuh sekali gasak lepas sampai itu payudaranya yang besar, mancung dan kencang menantang lepas bebas, lantas saya remas-remas payudaranya sampai Katryn belingsatan keenakan.

Saya jilati puting payudaranya yang berwarna pink kecoklatan dan semakin lama semakin mengeras, saya tinggalkan cupang sebanyak-banyaknya, di kiri kanan payudaranya yang kenyal dan di perut dan pusar, lantas sambil cium-ciumi mengarah ke bawah, saya ploroti roknya hingga tinggal CD-nya yang berwarna merah darah, saya ciumi CD-nya. Saya lihat mukanya yang sudah merah, sekali-sekali saya lihat Katryn sudah menelan air liurnya tanda nafsunya sudah naik.

Katryn sudah tidak sabar untuk melepas semua kemeja saya, Katryn merenggut kerah saya sampai kancing-kancing kemeja saya hampir lepas semuanya. Sambil ciuman dia lepas underwear dan buka belt celokan saya. Saya juga buka ritsluiting celokan saya. sampai kita berdua sudah bugil.

Saya bopong dia ke atas tempat tidur sambil meneruskan ciuman saya dan mengulum bibir dan lidahnya yang terasa nikmat di mulut. Dia dorong badan saya ke atas spring bed, kemudian dia menjilati seluruh atas badan saya, saya merasa kegelian dijilat-jilat dan dicium-ciumi kayak gitu. Geli ah..!

Saya ambil inisiatif, saya cumbu dia mulai dari bibirnya yang basah, tangan saya mulai mengelus-elus ke pinggulnya, jari-jari saya mulai membelai-belai vaginanya, pas sampai di clit-nya dia menggeliat, kejutan ini membuat saya tambah terangsang melihat nafsu berahinya yang sudah menggebu-gebu karena bibir dan liang vaginanya sudah mulai basah dan hangat waktu saya tekan-tekan jari-jari saya ke dalam liang vaginanya, dia merem melek menikmati cumbuan-cumbuan saya di bibirnya. Semakin lama jari-jari saya semakin cepat bergerak-gerak membelai-belai bibir dan liang vaginanya, terus dia mengangkat-angkat pantatnya menyambut ketrampilan jari saya. Dia merintih-rintih, "Aahhnnggh.. huuahhngghh.. sudah.. sudah.. saya sudah nggak tahan.. pakai penis kamu saja.. cepet ngentotin saya dong.." katanya. Kasihan juga saya melihatnya. Akhirnya saya masukan penis saya perlahan-lahan ke dalam liang vaginanya yang sudah licin, "Oh nikmat banget..", katanya. Saya teruskan penetrasi saya ke liang vaginanya, "Uhmm sempit amat nih vagina", pikir saya. "Ayo dong masukin yang dalam..", dia mendesah sambil menahan napas, tangannya terus menjaga dan membimbing "penis" saya berlabuh di vaginanya. Saya senggamain nih perempuan dan saya merasa ini vagina becek sekali. Kalau penetrasi licin begini saya tambah speed, goyangan saya semakin kencang, dia membalas iramanya dengan mengiringi goyangan saya. "Oh, augh genjot terus, yang keras dong.." katanya saya dengar desahannya. "Owhh.. hhahh.. nghhahh goyang yang keras! hhahh ennakkhh.. mmhh enakkh.."

Terus Katryn bilang, "Mau spank nggak?" katanya. "Apa tuh", kata saya. Katryn membimbing saya mencabut penis saya dari vaginanya terus dia jepit penis saya pakai payudaranya yang besar, terus dia bekap payudaranya di antara penis saya di sela-sela payudaranya. "Sudah, goyang dong.." katanya saya langsung mengerti maunya dia apa, langsung saya tarik dan sodok penis saya di sela-sela payudaranya yang kenyal dan hangat. Pas penis saya mau dekat ke mulutnya, dia jilat-jilati kepala penis saya, ih merinding saya merasakan kenikmatan yang luar biasa. "Oooh! Yeaach..!" dia menggelinjang-gelinjang keenakan. Saya minta dia sekarang yang di atas, "Yeah this is it, this is all i want i want to get on top of you", katanya. Akhirnya dia berjongkok dan nangkring tepat di atas penis saya, perlahan-lahan dia pegang penis saya dan dia tembak tepat di lubang vaginanya, perlahan-lahan pinggulnya mulai bergoyang-goyang hebat. Dia putar-putar pinggulnya seperti sekrup. Katryn memang ahli kalau bersetubuh dari atas. Dia terus goyang naik turun membuat nikmat penis saya, lantas dia mulai mencumbu dan mengulum bibir saya. Wah, rasanya nikmat banget, sampai saya rasanya sudah mau keluar terus saya tahan saja sedikit. Saya jambak rambutnya yang panjang dan saya tarik sampai bisa saya remas payudaranya yang besar. Geli juga waktu rambutnya yang panjang kena tangan saya, lantas saya singkap rambutnya ke samping dan ke belakang sambil membelai-belai rambutnya ke belakang. Lantas dia mainkan sendiri nipplenya, dia tarik-tarik seperti catapult, sedang saya mengelus-elus punggung dan pantatnya yang halus. Di sela-sela rambutnya yang terurai berantakan dan peluhnya yang sebesar jagung.

Dia bergoyang terus, lalu dia bilang, "Capek ah di atas", Katryn cabut vaginanya dari penis saya yang menancap tegak lurus, kemudian pelan-pelan Katryn mengelus-elus penis saya yang sudah mulai menegang, terus dia kocok pelan-pelan penis saya pakai tangannya yang putih montok terus dia kocok-kocokan sampai penis saya sudah berdiri tegak, sebentar-sebentar dia genggam, kemudian dia cium-ciumi penis saya, nggak lama kemudian dia mulai mengulum-ngulum batang penis saya. Ehmm.. nikmat memang kalau memainkan mukanya yang cantik, tapi rambutnya yang panjang menjuntai-juntai terurai bebas kena penis saya, membuat saya tambah terangsang dan kegelian. Dia ludahi penis saya, "Saya suka penismu, boleh kan saya jilati bijinya.." lantas dia mulai mengulum-ngulum biji-biji balon di bawah batang penis saya, terus dia gigit-gigit kecil. Gigitannya yang kecil-kecil ini yang membuat saya meringis kenikmatan campur kesakitan yang bikin saya takluk sama dia.

Terus Katryn ganti posisi doggy style, menunggu penis saya masuk ke vaginanya, akhirnya pelan-pelan dia bimbing penis saya masuk ke vaginanya. Saya dorong penis saya maju mundur, "Terus dong tekan, jangan berhenti" katanya. Saya goyang terus keenakan sambil terus saya elus-elus pantatnya, wah ini pantat bulat sekali, saya suka melihat ini pantat menari-nari indah, merasa keenakan pakai penis saya. Di depan mata saya saya lihat ada lubang lagi di atas vagina yang saya sodok, saya selipkan saja jari-jari saya di lubang itu. Saya lihat dia diam saja, dia merintih kenikmatan dan dia terus mendorong-dorong pantatnya ke belakang dan naik turun membuat saya merasa mau keluar lagi, buru-buru saya cabut penis saya dari lubang vaginanya, dia kaget. Sebelum dia berbicara apa-apa, saya cumbu dan kulum bibirnya sehingga dia yang merasa clit-nya yang sudah mulai horny lagi dia masih minta di teruskan doggy style-nya karena belum tuntas.

Katryn mendesah-desah kencang sekali. Saya bilang, "Ganti posisi yah..?" akhirnya kami sepakat lewat anal, saya mengambil inisiatif memindahkan penis saya to her ass hole. pelan-pelan saya masukan, penis saya to her ass sambil saya remas-remas pantatnya yang bulat dan sekal. Saya lihat dia memejamkan mata merasakan penis saya di lubang ass-nya. Dia sudah nggak sabar mulai menggerak-gerakan pinggulnya ke arah penis saya, saya sodok lubang ass-nya semakin lama semakin kencang goyangan dan sodokan saya, saya goyang pinggul saya ke kiri dan ke kanan, dia juga berbuat yang sama mengikuti irama persis seperti saya. Saya remas-remas lagi buah dadanya yang kenyal, dia menjerit "Auhgh, sialan!" Wah, dia kenapa nih? Saya cubit putingnya keras-keras, "Ooowhh.. goyangin terus, cepat, jangan berhenti" katanya. Saya pikir saya nggak mau lama-lama main di ass karena bisa-bisa saya ketagihan. Saya cabut penis saya lagi dan pindah ke vaginanya dan melanjutkan doggy style, saya goyang semakin lama semakin kencang, dia juga balas tambah kenceng. Dia minta goyang yang keras dan kasar sampai dia merasa kesakitan. Saya turuti apa maunya. Makin lama goyangan kita semakin kencang, "Gue mau keluar.." saya berbisik bilang ke Katryn.

Tiba-tiba dia berhenti terus mencabut vaginanya dari penis saya, sampai saya kaget, "Tenagnaja kita keluarin barengan", saya terkejut mendengarnya, "Gila nih cewek.. maniak seks kali ya? kamu nggak takut kena penyakit apa gitu..?" tanya saya. Katryn bilang biar awet muda dan supaya kulitnya jadi halus katanya. Saya sih antara percaya dan tidak percaya saja, mungkin cuma alasan dia untuk menelen sperma saja, pikir saya, "Dasar! kebanyakan makan sperma, nyaho nanti kamu?" saya ingatkan ke dia. "Biar saja.., kamu suka ngeliatnya khan?" dia balik bertanya. "Iya juga sih", sahut saya. "Sudah diem kamu!" katanya sambil melanjutkan nafsunya buat menghisap penis saya yang masih tegak dan kepingin keluar. Saya bantu dia dengan menekan-nekan kepalanya. Saya lihat dia dengan tekun menambah nafsu saya sampai ke ubun-ubun. Saya lihat kepalanya yang naik turun dengan indah menghisap-hisap penis saya yang sudah hampir meledak-ledak, dengan bibirnya yang semakin cantik kalau lagi kembang-kempis, dia hisap sambil sekali-sekali menjilat-jilat pinggir batang penis saya pakai lidahnya yang liar dan ganas. Ini memang pemandangan indah yang tidak bisa dilupakan. Saya belai-belai saja rambutnya, sementara dia lagi sibuk menekuni penis saya.

Tiba-tiba penis saya tambah menegang dan crott.. Crott.. sperma saya muncrat di dalam mulutnya, terasa sperma saya mengalir di dalam mulutnya. Pasti benar ada yang Katryn telan, terus dia membuka mulutnya sambil menunggu sperma-sperma saya mendarat di ujung lidahnya, setelah selesai muncrat lalu dia menjilat-jilat kepala penis saya sampai bersih sekali hingga tinggal sisa-sisa cairan ludahnya saja yang menempel. Mukanya yang sudah memerah dan ngesex sekali membuat saya tambah nafsu lagi sama dia, saya sodok-sodok saja penis saya ke mukanya lagi, saya dorong-dorong saja kepalanya terasa dengusan napasnya yang terengah-engah yang hinggap di batang penis saya.

Setelah itu Katryn minta gantian supaya dihisap clit-nya sama saya, maksudnya jadi posisi 69. Mulai sudah saya jilat-jilati clit-nya pakai ujung lidah saya, nggak kebayang deh rasanya, terus saya cium-ciumi vaginanya, memang ada baunya yang khas, "mmhmmh.. nikmat sekali bikin gue ketagihan" Saya mulai makan vaginanya saya gigit-gigit kecil. Katryn kelihatan mulai sempoyongan dan mulai menjerit-jerit keenakan, "Huuaahh.." jeritannya yang keras membuat saya tambah nafsu dan kemudian saya percepat gerakan lidah saya yang menjilat-jilat clit-nya, semua clit-nya yang sudah basah membanjiri vaginanya habis saya jilat, "Eenngghh.. hhngg.. haanngghh!"

Kemudian Katryn berhenti dan minta penis saya dimasukan lagi ke vaginanya. Saya menurut saja, padahal penis saya sudah mau relaks. Dengan susah payah kita berdua berusaha memasukan penis saya ke vaginanya. Setelah berhasil, dia mencoba menggoyang-goyangkan pinggulnya sedikit tapi akhirnya saya diamkan saja, dia kerja keras sendirian sampai dia lemas sendiri tapi dia tidak mencabut vaginanya dari penis saya. Saya juga begitu, habis rasanya "nikmat" sih. Jelas kita sepakat mempertahankan "status quo" seperti begini penis saya di vaginanya, vaginanya di penis saya. Tidak lama kemudian badan dan penis saya sudah lemas, tapi dia masih nafsu saja sama saya, akhirnya saya minta istirahat sambil cium-ciuman sama dia. Dia mengulum bibir saya lama-lama, terus saya juga membalas sambil memainkan lidah kita berdua, benar-benar mengasyikkan.

6 menit kemudian penis saya mulai menegang lagi, dia teriak kegirangan, "hhaahh, dia minta spank lagi. Terus saya tindih badannya, saya di atas dia di bawah. Gerakan dan goyangan kita semakin lama semakin kencang, tidak lama kemudian saya mulai terasa mau keluar lagi, "Gue mau keluar lagi.." "Keluar lagi?" tanyanya sambil mengerling genit ke saya, terus Katryn bilang ke saya Hun, "Gimana rasanya, nikmat kan.." "Maksudmu?" saya tanya ke dia, "Enak banget, sedot yang kuat dong.." saya menyahut. Saya pikir, "Oke deh kalau itu maumu.." Katryn berhenti lagi, lalu dia menghisap dan melahap habis penis saya sambil dia mengkocok-kocok penis saya. Saya bilang ke dia, "Stop, I'm cumming.." saya cabut penis saya dari mulutnya yang rakus, saya kocokan penis saya sampai mau keluar saya keluarkan sudah sperma saya di atas breastnya yang bulat dan montok sekali. Itu sperma muncrat dan mendarat di mukanya, membasahkan semua mukanya, leher, rambut, dada, dan nipplenya. "Wow, banyak banget.." katanya terus dia gosok-gosokan sperma-spermanya pakai tangan ke seluruh badan, terus dia jilat-jilati tangannya sambil senyum-senyum kesenengan. Dengan muka kemerah-merahan

"Saya suka penismu!" katanya. Saya rasa Katryn mengalami multiple orgasme sama saya.

Katryn bilang bahwa dia suka saya, kemudian dia lebih suka memanggil nama saya Steve (bacanya sih Stiff)!

TAMAT


Sumber : http://infosexdanunik.blogspot.com/2011/01/cewek-oke.html
Diposting oleh Andreansyah di 07.25 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Cerpen

Dosen dan pembantunya

Andreansyah Cerpen _ Cerita ini terjadi saat saya kuliah dulu. Saya saat itu sangat pemalu dan tidak banyak teman wanita. Ceritanya begini, pada waktu ujian tengah semester, saya dipanggil ke rumah dosen wanita yang masih agak muda, sekitar 26 tahun. Ia juga lulusan dari perguruan tinggi tersebut. Dipanggil ke rumahnya karena saya diminta untuk mengurus keperluan dia, karena dia akan ke luar kota. Malam harinya saya pun ke rumahnya sekitar jam 7 malam. Saat itu rumahnya hanya ada pembantu (yang juga masih muda dan cantik). Suaminya ketika itu belum pulang dari rapat di puncak.


Saat saya membuka pintu rumahnya, saya agak terbelalak karena dia memakai gaun tidur yang tipis, sehingga terlihat payudara yang menyumbul keluar. Saat saya perhatikan, dia ternyata tidak memakai BH. Terlihat saat itu buah dadanya yang masih tegar berdiri, tidak turun. Putingnya juga terlihat besar dan kemerahan, sepertinya memiliki ukuran sekitar 36B.

Sewaktu saya sedang memperhatikan Dosen saya itu, saya kepergok oleh pembantunya yang ternyata dari tadi memperhatikan saya. Sesaat saya jadi gugup, tetapi kemudian pembantu itu malah mengedipkan matanya pada saya, dan selanjutnya ia memberikan minuman pada saya. Saat ia memberi minum, belahan dadanya jadi terlihat (karena pakaiannya agak pendek), dan sama seperti dosen saya ukurannya juga besar.

Kemudian dosen saya yang sudah duduk di depan saya berkata, (mungkin karena saya melihat belahan dada pembantu itu) "Kamu pingin ya "nyusu" sama buah dada yang sintal..?"
Saya pun tergagap dan menjawab, "Ah.. enggak kok Bu..!"
Lalu dia bilang, "Nggak papa kok kalo kamu pingin.., Ibu juga bersedia nyusuin kamu."
Mungkin karena ia saya anggap bercanda, saya bilang saja, "Oh.., boleh juga tuh Bu..!"

Tanpa diduga, ia pun mengajak saya masuk ke ruang kerjanya.
Saat kami masuk, ia berkata, "Andre, tolong liatin ada apaan sih nih di punggung Ibu..!"
Kemudian saya menurut saja, saya lihat punggungnya. Karena tidak ada apa-apa, saya bilang, "Nggak ada apa-apa kok Bu..!"
Tetapi tanpa disangka, ia malah membuka semua gaun tidurnya, dengan tetap membelakangiku. Saya lihat punggungnya yang begitu mulus dan putih. Kemudian ia menarik tangan saya ke payudaranya, oh sungguh kenyal dan besar. Kemudian saya merayap ke putingnya, dan benar perkiraan saya, putingnya besar dam masih keras.

Kemudian ia membalikkan tubuhnya, ia tersenyum sambil membuka celana dalamnya. Terlihat di sekitar kemaluannya banyak ditumbuhi bulu yang lebat.
Kemudian saya berkata, "Kenapa Ibu membuka baju..?"
Ia malah berkata, "Sudah.., tenang saja! Pokoknya puaskan aku malam ini, kalau perlu hingga pagi."
Karena saya ingin juga merasakan tubuhnya, saya pun tanpa basa-basi terus menciuminya dan juga buah dadanya. Saya hisap hingga ia merasa kegelian. Kemudian ia membuka pakaian saya, ia pun terbelalak saat ia melihat batang kejantanan saya.
"Oh, sangat besar dan panjang..! (karena ukuran penis saya memang besar, sekitar 17 cm dan berdiameter 3 cm)"

Dosen saya pun sudah mulai terlihat atraktif, ia mengulum penis saya hingga biji kemaluan saya.
"Ah.. ahh Bu.. enak sekali, terus Bu, aku belum pernah dihisap seperti ini..!" desah saya.
Karena dipuji, ia pun terus semangat memaju-mundurkan mulutnya. Saya juga meremas-remas terus buah dadanya, nikmat sekali kata dosen saya. Kemudian ia mengajak saya untuk merubah posisi dan membentuk posisi 69.

Saya terus menjilati vaginanya dan terus memasukkan jari saya.
"Ah.. Andre, aku sudah nggak kuat nih..! Cepat masukkan penismu..!" katanya.
"Baik Bu..!" jawab saya sambil mencoba memasukkan batang kemaluan saya ke liang senggamanya.
"Ah.., ternyata sempit juga ya Bu..! Jarang dimasukin ya Bu..?" tanya saya.
"Iya Andre, suami Ibu jarang bercinta dengan Ibu, karena itu Ibu belum punya anak, ia pun juga sebentar permainannya." jawabnya.
Kemudian ia terus menggelinjang-gelinjang saat dimasukkannya penis saya sambil berkata, "Ohh.. ohh.. besar sekali penismu, tidak masuk ke vaginaku, ya Ndre..?"
"Ah nggak kok Bu.." jawab saya sambil terus berusaha memasukkan batang keperkasaan saya.
Kemudian, untuk melonggarkan lubang vaginanya, saya pun memutar-mutar batang kemaluan saya dan juga mengocok-ngocoknya dengan harapan melonggarkan liangnya. Dan betul, lubang senggamanya mulai membuka dan batang kejantanan saya sudah masuk setengahnya.

"Ohh.. ohh.. Terus Ndre, masukkan terus, jangan ragu..!" katanya memohon.
Setelah memutar dan mengocok batang kejantanan saya, akhirnya masuk juga rudal saya semua ke dalam liang kewanitaannya.
"Oohh pssff.. aha hhah.. ah.." desahnya yang diikuti dengan teriakannya, "Oh my good..! Ohh..!"
Saya pun mulai mengocok batang kemaluan saya keluar masuk. Tidak sampai semenit kemudian, dosen saya sudah mengeluarkan cairan vaginanya.
"Oh Andre, Ibu keluar.." terasa hangat dan kental sekali cairan itu.
Cairan itu juga memudahkan saya untuk terus memaju-mundurkan batang keperkasaan saya. Karena cairan yang dikeluarkan terlalu banyak, terdengar bunyi, "Crep.. crep.. slepp.. slepp.." sangat keras. Karena saya melakukannya sambil menghadap ke arah pintu, sehingga terdengar sampai ke luar ruang kerjanya.

Saat itu saya sempat melihat pembantunya mengintip permainan kami. Ternyata pembantu itu sedang meremas-remas payudaranya sendiri (mungkin karena bernafsu melihat permainan kami). Oh, betapa bahagianya saya sambil terus mengocok batang keperkasaan saya maju mundur di liang vagina dosen saya. Saya juga melihat tontonan gratis ulah pembantunya yang masturbasi sendiri, dan saya baru kali ini melihat wanita masturbasi.

Setelah 15 menit bermain dengan posisi saya berada di atasnya, kemudian saya menyuruh dosen saya pindah ke atas saya sekarang. Ia pun terlihat agresif dengan posisi seperti itu.
"Aha.. ha.. ha.." ia berkata seperti sedang bermain rodeo di atas tubuh saya.
15 menit kemudian ia ternyata orgasme yang kedua kalinya.
"Oh, cepat sekali dia orgasme, padahal aku belum sekalipun orgasme." batin saya.

Kemudian setelah orgasmenya yang kedua, kami berganti posisi kembali. Ia di atas meja, sedangkan saya berdiri di depannya. Saya terus bermain lagi sampai merasakan batas dinding rahimnya.
"Oh.. oh.. Andre, pelan-pelan Ndre..!" katanya.
Kelihatannya ia memang belum pernah dimasukan batang kemaluan suaminya hingga sedalam ini. 15 menit kemudian ia ternyata mengalami orgasme yang ketiga kalinya.
"Ah Andre, aku keluar, ah.. ah.. ahh.. nikmat..!" desahnya sambil memuncratkan kembali cairan kemaluannya yang banyak itu.

Setelah itu ia mengajak saya ke bath-tub di kamar mandinya. Ia berharap agar di bath-tub itu saya dapat orgasme, karena ia kelihatannya tidak sanggup lagi membalas permainan yang saya berikan. Di bath-tub yang diisi setengah itu, kami mulai menggunakan sabun mandi untuk mengusap-usap badan kami. Karena dosen saya sangat senang diusap buah dadanya, ia terlihat terus-terusan bergelinjang. Ia membalasnya dengan meremas-remas buah kemaluan saya menggunakan sabun (bisa pembaca rasakan nikmatnya bila buah zakar diremas-remas dengan sabun).

Setelah 15 menit kami bermain di bath-tub, kami akhirnya berdua mencapai klimaks yang keempat bagi dosen saya dan yang pertama bagi saya.
"Oh Andre, aku mau keluar lagi..!" katanya.
Setelah terasa penuh di ujung kepala penis saya, kemudian saya keluarkan batang kejantanan saya dan kemudian mengeluarkan cairan lahar panas itu di atas buah dadanya sambil mengusap-usap lembut.

"Oh Andre, engkau sungguh kuat dan partner bercinta yang dahsyat, engkau tidak cepat orgasme, sehingga aku dapat orgasme berkali-kali. ini pertama kalinya bagiku Andre. Suamiku biasanya hanya dapat membuatku orgasme sekali saja, kadang-kadang tidak sama sekali." ujar dosen saya.
Kemudian karena kekelalahan, ia terkulai lemas di bath-tub tersebut, dan saya keluar ruang kerjanya masih dalam keadaan bugil mencoba mengambil pakaian saya yang berserakan di sana.

Di luar ruang kerjanya, saya lihat pembantu dosen saya tergeletak di lantai depan pintu ruangan itu sambil memasukkan jari-jarinya ke dalam vaginanya. Karena melihat tubuh pembantu itu yang juga montok dan putih bersih, saya mulai membayangkan bila saya dapat bersetubuh dengannya. Yang menarik dari tubuhnya adalah karena buah dadanya yang besar, sekitar 36D. Akhirnya saya pikir, biarlah saya main lagi di ronde kedua bersama pembantunya. Pembantu itu pun juga tampaknya bergairah setelah melihat permainan saya dengan majikannya.

Saya langsung menindih tubuhnya yang montok itu dengan sangat bernafsu. Saya mencoba melakukan perangsangan terlebih dulu ke bagian sensitifnya. Saya mencium dan menjilat seluruh permukaan buah dadanya dan turun hingga ke bibir kemaluannya yang ditumbuhi hutan lebat itu. Tidak berapa lama kemudian, kami pun sudah mulai saling memasukkan alat kelamin kami. Kami bermain sekitar 30 menit, dan tampaknya pembantu ini lebih kuat dari majikannya. Terbukti saat kami sudah 30 menit bermain, kami baru mengeluarkan cairan kemaluan kami masing-masing. Oh, ternyata saya sudah bermain seks dengan dua wanita bernafsu ini selama satu setengah jam. Saya pun akhirnya pulang dengan rasa lelah yang luar biasa, karena ini adalah pertama kalinya saya merasakan bercinta dengan wanita.

Saat ini saya pun sedang mencoba bermain seks lewat chatting dengan orang bule di internet. Tetapi saya ingin merasakan bermain seks dengan wanita Indonesia asli. Dapatkah pembaca membantu saya, silakan kirim email ke saya.

TAMAT


Sumber : http://infosexdanunik.blogspot.com/2011/01/dosen-dan-pembantunya.html
Diposting oleh Andreansyah di 06.50 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Cerpen

Koleksi Jam Hello Kitty Yang UNIK UNIK



Andreansyah News _ Dipilih cuuuy Jam Hello Kittynya......Gratisss.......!! : p


1
a hello kitty 8 Hello Kitty watches (10 photos)


2
hello kitty 0 Hello Kitty watches (10 photos)


3
hello kitty 1 Hello Kitty watches (10 photos)


4
hello kitty 2 Hello Kitty watches (10 photos)


5
hello kitty 3 Hello Kitty watches (10 photos)


6
hello kitty 4 Hello Kitty watches (10 photos)


7
hello kitty 5 Hello Kitty watches (10 photos)


8
hello kitty 6 Hello Kitty watches (10 photos)


9
hello kitty 7 Hello Kitty watches (10 photos)


10
hello kitty 9 Hello Kitty watches (10 photos)








Sumber : http://infosexdanunik.blogspot.com/2011/01/koleksi-jam-hello-kitty-yang-unik-unik.html
Diposting oleh Andreansyah di 06.09 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Berita Unik dan Aneh

Waspada, Bayi Cina Alami Pubertas Dini



http://static.inilah.com/data/berita/foto/1074642.jpg



Andreansyah News _ Kasus bayi yang mulai tumbuh payudara marak di Cina. Beberapa kasus muncul di provinsi Wuhan, Guangdong, Shandong, Anhui, Jiangxi dan Beijing. Apa alasannya?
Susu bubuk diduga memiliki konsentrasi hormon seks tinggi sehingga menyebabkan bayi mulai tumbuh payudara. Sayangnya, Kementerian Kesehatan China membantah pernyataan itu.
Terbaru, beberapa bayi mengalami mini pubertas, perkembangan tubuh yang biasa terjadi pada anak laki-laki di usia enam bulan ke atas atan anak perempuan di atas usia dua tahun.
Ini merupakan gambaran dari perubahan hormon gonadotropin dan testosteron pada tahap awal bayi. Namun beberapa ahli melihatnya sebagai perkembangan normal dan memprediksi bahwa kondisi bayi akan kembali normal di usia dua tahun.
Meskipun pemahaman medis soal mini pubertas terbatas, Kementerian Kesehatan mengeluarkan pedoman klinis dan pengobatan bagi pubertas sebelum waktunya. Para dokter juga diminta untuk meningkatkan pemahaman mereka dan kemampuan dalam diagnosa kondisi bayi ini.
Pedoman itu menyebutkan bahwa pubertas sebelum waktunya merupakan fenomena yang terjadi pada perempuan berusia di bawah delapan tahun atau anak laki-laki di bawah usia sembilan tahun yang memperlihatkan kondisi seksual sekunder seperti pembesaran payudara, menstruasi dini dan perkembangan alat kelamin.
Gejala yang muncul termasuk pertumbuhan rambut ketiak dan kemaluan, pematangan tulang dan masalah perilaku. [vin]




Sumber : http://infosexdanunik.blogspot.com/2011/01/waspada-bayi-cina-alami-pubertas-dini.html
Diposting oleh Andreansyah di 05.51 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Health

Minggu, 25 Maret 2012

Kolaborasi Ariel dan Waru Band Pukau Napi Kebon Waru





Andreansyah News _ Bandung - Kolaborasi Ariel dan Waru Band mampu menghipnotis ratusan napi dan tahanan Rutan Kebon Waru, Jalan Jakarta, Kota Bandung, Selasa (4/1/2011). Ariel berkesempatan menyanyikan lagu karya Waru Band berjudul 'Aku Hanya Bisa Mencoba'.

Lagu tersebut merupakan single untuk album kedua yang semua personelnya mantan para napi. Vokalis Waru Band yakni Cecep mengawali lagu beraroma slow rock itu dengan tiupan harmonika. Sontak saja ratusan napi menyambutnya dengan tepuk tangan.


Cecep mengawali dengan suara seraknya. Lalu disambung Ariel dengan karakter khasnya. Ketika Ariel bersenandung, suara riuh datang dari napi dan tamu undangan serta petugas Rutan Kebon Waru.

Dua vokalis itu menjadi penguasa di panggung. Keduanya berdiri dan sekali-kali saling merangkulkan tangan ke pundak. Aksi kolaborasi itu sanggup menghipnotis para hadirin.

Waru Band membawakan empat lagu. Dua di antaranya lagu milik sendiri. Waru Band digawangi Cecep (vokal), Ryan (drum), Peter (bass), Arief (keyboard) dan Edy (Gitar). Mereka semua mantan napi yang pernah menghuni di Rutan Kebon Waru.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsHwLAAHv2mUhZPZsCg1ele4LCcPNE0etTy_iijp35M7x2_6tDPC52Cypck6rOB1ev0lYS0ko7K3uylsezZ_ncBaYOSlOLP2OK-VLfeBxkLoec_rXqNATN3WOBCe-Wjw2Zi5IrgOhyphenhyphenq5Wx/s1600-r/peterpan09.jpg

Lukman & Uki Nilai Penampilan Ariel Tak Berubah


Rekan satu band terlihat gembira bisa manggung bersama Ariel. Bahkan, Uki dan Lukman mengakui kalau ciri khas vokal Ariel masih tetap bertahan. Meski sudah lama tidak nyanyi dihadapan banyak orang, penampilan Ariel tetap seperti biasa. Namun begitu, kekasih Luna Maya itu tidak berani mengambil nada tinggi.


"Setelah barusan main, saya mendengar kalau karakter (vokal,red) Ariel tidak berubah. Tapi powernya kurang," ujar Lukman.

Lukman bersama personel lainnya sengaja ikut tampil untuk mendukung Ariel. Awalnya, kata Lukman, pihak Rutan Kebon Waru hanya meminta Ariel saja yang manggung.

"Enam bulan lebih kami enggak manggung bareng-bareng Ariel. Maka itu, kami menawarkan ikut tampil juga menghibur napi," jelasnya.

Sementara itu, Uki mengaku sangat puas mangggung lagi setelah lama tak beraktivitas musik bersama Ariel. "Serasa gimana gitu. Ya senang bisa manggung lagi dengan personel lengkap," ungkapnya.

Saat ditanya wartawan bagaimana penampilan Ariel tadi, Uki hanya berucap, "Vokalnya enggak berubah. Dia juga tadi nggak butuh waktu panjang untuk latihan," kata Uki.




Sumber : http://infosexdanunik.blogspot.com/2011/01/kolaborasi-ariel-dan-waru-band-pukau.html
Diposting oleh Andreansyah di 22.34 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Infotaiment
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Komentar (Atom)

Mengenai Saya

Foto saya
Andreansyah
Lihat profil lengkapku

Pengikut

Arsip Blog

  • ▼  2012 (171)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (6)
    • ▼  Maret (21)
      • Malam jumat kliwon
      • Cewek oke
      • Dosen dan pembantunya
      • Koleksi Jam Hello Kitty Yang UNIK UNIK
      • Waspada, Bayi Cina Alami Pubertas Dini
      • Kolaborasi Ariel dan Waru Band Pukau Napi Kebon Waru
      • Gairah siswi PKL
      • Penjual DVD cantik
      • Handphone 5110
      • Service plus SPG Susu
      • Kondisi Terakhir Desa-Desa Di Sekitar Gunung Bromo...
      • Segarnya Es Krim Leci ala Savoy Homann...Hmm yummy...
      • Heboh !!! Foto Foto Gayus Wisata di Luar Negeri, B...
      • SBY Gak Mau Kalah Sama Cinta Laura
      • Karakter dari Arti (gerakan) Bahasa Tubuh
      • Ikan-ikan yang "TER..." di Dunia
      • Enam Golongan Perempuan Yang Kurang Layak dijadika...
      • 10 Objek Wisata Terbaik di Afrika Selatan
      • Metode untuk Mengatasi Birahi yang Tak Terkontrol ...
      • Selundupkan Sabu, Sopir Truk Asal Iran Dibekuk
      • bRa Unik Buat Para Cewek
    • ►  Februari (16)
    • ►  Januari (121)
  • ►  2011 (134)
    • ►  Desember (134)

Langganan

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar
Tema Tanda Air. Gambar tema oleh macroworld. Diberdayakan oleh Blogger.